Sinyal-Sinyal Seseorang Ingin Pergi dan Bagaimana Mencegahnya

Kita mungkin pernah atau bahkan sering mendengar, baik secara langsung ataupun tidak langsung, baik melalui survey pribadi ataupun survey yang dilakukan oleh suatu Organisasi. Bahwa ada banyak sekali karyawan yang berkeinginan untuk pergi dari tempat mereka bekerja saat ini.

Jika hal tersebut benar-benar terjadi, konsekuensinya adalah akan terganggunya stabilitas Organisasi. Terlebih jika yang pergi adalah seorang key person, yang mana seseorang memiliki peran strategis bagi suatu Team dan juga Perusahaan.

Rekrutmen kembali? Seleksi? Pelatihan? Penempatan? Tentu membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk mencari pengganti yang benar-benar ideal.

Menyikapi hal ini, seorang Pimpinan dan suatu Organisasi yang baik tentu perlu mencurahkan segenap hati dan juga itikad yang kuat untuk mencegah karyawan yakni Aset yang paling berharga, pergi meninggalkan Perusahaan.

Pertanyaan mendasar dari permasalahan tersebut adalah: Bagaimana cara untuk mengetahuinya? Apa yang harus dilakukan?

Biasanya, mereka yang memiliki keinginan untuk pergi seringkali menunjukkan lebih dari satu sinyal peringatan:

  1. Berperilaku berbeda dari biasanya

Ketika kita bekerja bersama seseorang, secara naluriah kita mempelajari dan mengetahui beberapa hal mendasar tentang mereka. Bagaimana kebiasaan mereka, bagaimana preferensi mereka, bagaimana etos kerja mereka. Dan apabila suatu saat hal tersebut berubah, perhatikanlah.

Apakah mereka datang lebih awal seperti biasanya?

Apakah mereka tetap bekerja keras seperti biasanya?

Apakah mereka jarang mengambil hari libur seperti biasanya?

Apakah mereka bersedia menjadi sukarelawan seperti biasanya?

Apakah mereka masih bergairah untuk terlibat dengan proyek baru seperti biasanya?

Jika suatu saat kita menemukan ada perbedaan dalam diri seseorang dari biasanya, itu pertanda besar bahwa ada sesuatu yang salah.

  1. Lantang dalam menyuarakan ketidakpuasannya

Seringkali, mereka yang merasa tidak puas terhadap (Pekerjaan, Budaya Organisasi, Kompensasi, Pimpinan Perusahaan atau Lingkungan kerja), bersikap lantang menyuarakan hal tersebut baik kepada rekan kerja, pimpinan ataupun HR Departemen. Tentu hal ini bisa menjadi noise ataupun energi negatif yang bisa saja menular kepada karyawan yang lainnya apabila tidak dikelola dengan baik.

  1. Tidak bergairah untuk menyenangkan pimpinan perusahaan

Sesorang yang ingin tetap tinggal tentu akan senantiasa berusaha untuk menyenangkan hati pimpinan perusahaan. Baik dengan kinerja yang optimal, ide-ide improvement yang cemerlang, hingga menunjukkan bahwa seseorang mampu memberikan dampak dan iklim yang baik bagi Team.

Jika suatu saat seseorang tidak lagi menunjukkan hal tersebut, tentu ini menjadi sinyal bahwa seseorang ingin mencari rumput yang lebih hijau.

  1. Menarik diri dari rekan kerja

Bekerja sebagai team itu berarti seseorang harus rela dan mau untuk bekerja Bersama dan meluangkan waktu lebih dengan rekan team. Tentu hal ini menjadi sinyal yang harus diperhatikan jika suatu saat seseorang menarik diri untuk bersosialisasi dan kurang ingin terlibat dengan kegiatan team.

Lantas, bagaimana cara menjaganya?

Jadilah Pendengar yang Baik dan Berikan Umpan Balik

Pendapatan memang penting bagi semua orang, tetapi hal tersebut bukanlah satu-satunya alasan mengapa seseorang ingin pergi dari suatu perusahaan.

Mengelola sumberdaya Manusia artinya kita mengelola hati. Selalu berusahalah untuk menjadi pendengar yang baik dan memberikan umpan balik untuk bisa menangkan hati mereka.

Mulailah dengan bertanya tentang: Apa yang seseorang rasakan? Kendala apa yang mereka alami? Apa yang mereka harapkan? Dan berikanlah umpan balik.

Sederhana memang. Namun, dengan mendengar dan memberikan umpan balik, setidaknya dapat menjaga mereka dan mungkin menunda mereka untuk pergi karena mereka melihat komitmen Pimpinan dan Perusahaan untuk menindaklanjuti apa yang seseorang harapkan.

Jika perlu, adakanlah pertemuan rutin tatap muka kapan pun memungkinkan untuk tetap mengikuti kekhawatiran karyawan dan untuk mempelajari tentang hambatan apa pun yang menghalangi mereka dalam melakukan pekerjaan.

Menemukan Pola

Perusahaan perlu mengumpulkan dan menganalisis data tentang siapa saja yang berhenti, dan mengapa mereka berhenti dalam rangka menurunkan angka turn over karyawan. Berusahalan untuk menganalisa dan memukan hubungan antara berbagai variabel.

Semisal, ditemukan pola bahwa Karyawan pergi bukan karena pekerjaan, namun karena Manajer. Jadi carilah manajer yang memiliki Riwayat retensi yang rendah. Atau sebagai alternatif, fasilitasilah seorang Manajer untuk mengikuti pelatihan kepemimpinan. Agar seorang Manajer memiliki kemampuan untuk mengelola Sumberdaya Manusia dengan baik.

Juga, apakah terdapat pola dalam hal geografi, tingkat gaji dan frekuensi promosi di antara mereka yang keluar? Berapa lama masa kerja tipikal untuk karyawan yang berhenti? Apa alasan paling umum yang dikutip untuk pergi?

Sangat penting untuk mengumpulkan data secara terorganisir, mempelajari dan membuat formula yang tepat untuk menciptakan iklim kerja yang lebih baik, lebih menarik dan lebih disukai oleh para karyawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.