Now, Discover Your Strengths

Now, Discover Your Strengths adalah judul dari buku yang sangat powerful karya Marcus Buckingham & Donald O. Clifton. Keduanya merupakan seorang peneliti dibidang human resource dan pernah berada dalam payung yang sama, yaitu Gallup Organization. Buku ini diciptakan dengan tema “strengths revolution”, suatu revolusi dalam pengelolaan sumberdaya manusia di suatu Organisasi.

Jika pada umumnya berbagai Organisasi menitikberatkan pengembangan Sumberdaya Manusia dengan cara memperbaiki kelemahan yang ada, buku ini lebih menitikberatkan pada pengoptimalan kekuatan dari Sumberdaya Manusia itu sendiri. Dengan demikian, pengelolaan Sumberdaya Manusia dilakukan bukan berdasarkan Competency-Based Approach seperti pada umumnya, melainkan dengan Strengths-Based Approach.

Strengths itu sendiri merupakan perpaduan dari pengetahuan, keterampilan dan juga talenta. Berikut ini adalah asumsi yang mendasari terciptanya buku ini.

Dua asumsi yang keliru tentang manusia.

  1. Setiap manusia dapat belajar dan berkompeten dalam semua bidang.
  2. Setiap manusia memiliki ruang terbaik untuk tumbuh dengan cara memperbaiki kelemahannya.

Dua asumsi terbaik tentang manusia.

  1. Setiap manusia memiliki talenta yang unik.
  2. Setiap manusia memiliki ruang untuk tumbuh dengan cara memaksimalkan kekuatannya.

A. Definisi Strengths

Menurut Markus & Donald, strengths memiliki definisi: konsisten mendekati kinerja yang sempurna dalam suatu aktivitas. Pada dasarnya terdapat 3 (tiga) prinsip yang perlu dipahami dan diterapkan untuk mencapai kinerja yang sempurna.

  1. Jangan pernah menyerah.
  2. Bahsawanya setiap orang tidak memiliki keungulan di semua aspek.
  3. Memaksimalkan kekuatan. Jangan mencampurnya dengan memperbaiki kekuatan.

Ingat, pernyataan tersebut tidak sama dengan “abaikan kelemahanmu”, melainkan lebih penting kita melakukan hal-hal yang lebih efektif dengan cara yang lain. Cara yang berorientasi pada pemanfaatan kekuatan.

B. Strengths Based

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa strengths based menitikberatkan pada upaya memaksimalkan kekuatan untuk mencapai kinerja yang sempurna.

Dalam buku Now, Discover Your Strengths menceritakan tentang Bill Gates. Pada saat dirinya hendak mendirikan Perusahaan, Bill Gates memiliki keterbatasan dalam mengelola perusahaan. Berdasarkan hal tersebut Bill Gates lebih memilih merekrut temannya, Steve Ballmer untuk menjalankan perusahaannya dalam rangka mengatasi keterbatasan yang ada. Sehingga dia bisa fokus dalam pengembangan produk atau software dimana dia lebih berkompeten didalamnya.

Dalam buku tersebut juga menceritakan tentang Sherie, seorang Dokter kulit yang sukses. Sebelum ia menjadi seorang Dokter kulit, dahulu semasa menjalani sekolah kesehatan ia merasa sangat terganggu: Dia tidak menyukai berada di dekat orang-orang yang sakit. Dokter yang tidak ingin menghadapi orang yang sakit sama halnya seperti seorang investor yang tidak ingin menghadapi resiko.

Pada saat itu dia mulai mempertanyakan pilihan karirnya. Dan karena keterbatasan pilihan, pada akhirnya dia pun tetap melanjutkan pendidikannya. Satu hal yang membuat dirinya memilih untuk tetap melanjutkan pendidikannya adalah karena dia senang menolong orang lain, termasuk orang yang sakit. Dia fokus pada apa yang menjadi strengths pointnya, ia memainkan pola tersebut berulang-ulang setiap harinya, hingga ia menjadi seorang Dokter kulit yang sukses.

Dalam berkarir, kita akan menemukan pola yang sama seperti halnya Bill Gates ataupun Sherie. Kita perlu memahami, bahwa kita akan dihadapkan dengan bergai macam kendala dan hal-hal yang tidak kita sukai, sekecil apapun hal itu. Entah dari lingkungan kerja, rekan kerja, tekanan, resiko dan sebagainya. Strengths Revolution menuntun kita untuk fokus pada pengoptimalan kekuatan.

C. Membangun Strengths

 The real tragedy of life is not that each of us doesn’t have enough strengths.

It’s that we fail to use the ones we have.

Setidaknya terdapat tiga tools yang dibutuhkan untuk membangun strengths point:

  1. Mencari bakat natural yang anda miliki.

Kilas balik. Renungkanlah, pekerjaan dan bidang apa yang paling kamu minati. Pekerjaan yang saat kamu pelajari mudah untuk dipahami, pekerjaan yang saat kamu kerjakan mudah untuk dilakukan.

  1. Mengidentifikasi bakat yang paling mendominasi.

Kilas balik. Renungkanlah pekerjaan dan situasi seperti apa yang seringkali kamu ungguli? Seberapa cepat kamu mempelajari suatu bidang? Cobalah untuk membandingkan antara bidang yang satu dengan bidang lainnya.

  1. Menanyakan pendapat orang-orang untuk mendeskripsikan bakat yang kamu miliki.

Tanyakan pendapat orang lain mengenai bakatmu. Kepada gurumu, kepada pimpinanmu, kepada rekan kerjamu. Tanyakan pendapat mereka.

D. Pengetahuan, Keterampilan dan Talenta

  1. Pengetahuan

Dalam membangun strengths point, terdapat dua jenis pengetahuan yang kamu butuhkan dan harus kamu peroleh.

1.1 Pengentahuan factual

Kamu membutuhkan pengetahuan yang nyata jika ingin menggeluti suatu bidang. Sebagai contoh: Jika kamu ingin mempelajari suatu Bahasa, maka kamu harus memiliki pengetahuan yang baik tentang pembendaharaan kata. Kamu harus mempelajari arti dari setiap kata, atau kamu tidak akan bisa sama sekali menguasai Bahasa tersebut. Begitu juga dengan pekerjaan, seorang sales harus menguasai product knowledge dengan baik. Seorang manajer harus memiliki kemampuan POAC (manajerial skills) yang baik.

1.2 Pengetahuan experiential

Kamu harus mencari tahu key points yang dapat menunjang pekerjaanmu melalui percobaan-percobaan yang telah kamu atau orang lain lakukan. Seorang Telemarketing harus tahu kapan waktu yang tepat untuk approaching potential customer. Seorang Leader perlu mengetahui waktu yang tepat untuk memberikan penguatan positif ataupun penguatan negatif.

You will never excel painting if you don’t know that red and green paint, when combined, create the color brown.

  1. Keterampilan

 Skills bring structure to experiental knowledge. What does this mean?

Pada beberapa point seseorang harus memformulasikan pengetahuan kedalam tahapan sebuah pekerjaan. Itu akan sangat membantu seseorang mencapai strengths point nya.

Sebagai ilustrasi, saya selalu memulai public speaking dan training dengan menjelaskan kepada audience tentang apa yang akan kita lakukan dan apa saja tujuan pelatihan. Lalu kita akan berusaha memaksimalkan proses pembelajaran sebaik mungkin. Terakhir saya selalu melakukan post test, menanyakan apa saja yang telah audience dapatkan kemudian memberikan closing statement.

Itu adalah hal yang sangat mendasar dalam public speaking:

  1. Always start by telling people what you are going to tell them.
  2. Tell them.
  3. Tell them what you have told them.

Jadi kita semua membutuhkan skills untuk membangun perfect performance. Jika kamu ingin membangun strengths point, apapun bidangnya: Finance, selling, marketing, healing dan sebagainya. Kamu harus terus belajar mendalaminya dan terus berlatih.

If you learn skills, it will help you get a little better

  1. Talenta

Talenta dapat dideskripsikan sebagai kemampuan atau bakat spesial yang tumbuh secara alami. Talenta adalah pola berulang dari suatu pemikiran, perasaan dan perilaku yang dapat membuat seseorang produktif jika mengaplikasikannya.

Jadi, Jika kamu selalu merasa ingin tau, itu talenta. Jika kamu kompetitif, itu talenta. Jika kamu menawan, itu talenta. Jika kamu bertanggung jawab, itu talenta. Jika kamu tekun, itu talenta.

Dengan definisi tersebut, bahkan hal-hal yang bersifat negatif pun bisa dikatakan suatu talenta jika hal tersebut dapat membuat seseorang produktif ketika mengaplikasikannya. Keras kepala? Jika keras kepala adalah senjata terbaik yang kamu miliki untuk mencapai kesuksesan, maka itu adalah talenta. Gugup? Jika gugup membuat kamu bertanya pada dirimu “bagaimana jika”? dan mengantisipasi kegagalan dalam merancanakan, maka itu adalah talenta.

Menemukan Talenta

Salah satu cara menemukan talenta adalah dengan mengamati spontanitas. Amati bagaimana kamu bereaksi pada keadaan yang tidak terduga, atau keadaan yang mendesak.

Dalam buku “Now, Discover Your Strengths” diceritakan: Terdapat sekelompok orang yang menumpangi pesawat menuju Republik Dominika. Kathie, seorang Senior Manager perusahaan Software Computer. Brad seorang CEO yang aggresif, senang berpendapat, dan tidak sabaran. Amie, seorang Designer Software yang jenius, dan terbaik di perusahaannya. Martin, seorang Networker yang suka berteman dan menawan. Gerry, seorang kepala Marketing yang datar.

Masalah dimulai ketika pesawat kehilangan kendalinya karena kegagalan sistem yang kemudian membuat pilot dan seluruh penumpang panik. Dan setiap orang pun memberikan respon spontan.

Amie berusaha mencari tombol darurat. Martin mengambil botol minuman dan ia bercanda dengan menangis. Gerry mengeluh dan berkata “We are all going to die”. Brad membuka sabuk dan mendekati pintu kokpit sambil berteriak meminta tolong. Kathie hanya menonton, mengamati dan berdiam diri dengan tenang.

Masing-masing reaksi terhadap keadaan ekstrem tersebut merefleksikan talenta dan kemampuan seseorang dalam bekerja.

Kathie adalah seorang pengamat secara alami, itu yang membuat dirinya sukses sebagai seorang Manager. Amie memiliki Insting yang baik, itu yang membuatnya menjadi seorang Designer Software terbaik. Martin mampu membuat humor dalam segala situasi, itu yang membuatnya memiliki banyak relasi. Brad sangat kompulsif, itu yang membuatnya menjadi seorang Leader. Gerry hanya meratap (talenta seperti ini yang tidak baik, palsu, dia tidak dapat melihat dimana dan bagaimana seharusnya ia bertindak).

 E. The StrengthsFinder Profile

StrengthsFinder Profile dirancang untuk membantu kamu meruncingkan persepsi tentang strengths point-mu. Menampilkan  pernyataan yang berpasangan, menggambarkan pilihan, mengurutkan dan merefleksikan pola perilaku kamu yang paling dominan. Dengan demikian kamu dapat menyoroti potensi strengths terbaikmu.

Tes ini dilakukan sebagaimana kita mengambil keputusan dalam dunia nyata, yaitu bersifat spontan dan cepat. Dalam tes ini kamu hanya diberi waktu selama dua puluh detik untuk merespon suatu pernyataan. Dua puluh detik cukup untuk membaca dan membandingkan kedua pernyataan tapi tidak cukup waktu untuk membolehkan intelektualitas mempengaruhi kamu untuk memilih. Jadi tes ini akan efektif.

What Will You Receive?

StrengthsFinder’s bertujuan untuk menemukan potensi strengths point terbaikmu. Ingat definisi yang saya jelaskan sebelumnya. Bahwa strengths adalah konsisten mendekati kinerja yang sempurna.

Jika kamu membeli buku original “Now, Discover Your Strengths”, kamu akan memiliki kode akses dan dapat melakukan tes di https://www.strengthsfinder.com namun jika kamu tidak memiliki kode akses, kamu dapat melakukan test di https://high5test.com/

StrengthsFinder Profile mengukur 34 tema talenta. Ketika kamu telah melengkapi tes profil, Kamu akan segera mengetahui lima tema talenta yang paling dominan tentang diri kamu. Dengan mengetahui talenta tersebut, harapannya kamu dapat lebih bisa mengoptimalkan strengths point dalam segala macam aktivitas.

F. (Thirty-Four) 34 Themes of Strenghts Finder

Berikut ini adalah 34 tema dari strengts finder profile:

  1. Achiever. Mendeskripsikan kebutuhan akan pencapaian. Jika kamu mengaggap setiap hari dimulai dari nol. Pada akhir harinya kamu harus mencapai sesuatu hal yang nyata agar kamu dapat merasa baik. Setiap harinya, tidak peduli seberapa banyak kamu dapat beristirahat, jika suatu hari dilalui tanpa pencapaian, sekecil apapun itu, kamu akan merasa tidak puas. Kamu memiliki sebuah dorongan internal yang membakar semangat. Mendorong kamu untuk terus menerus mencapai suatu hal.
  2. Activator. Kapan kita akan memulainya? Pola pertanyaan seperti itu melekat pada dirimu. Kamu tidak sabar dalam beraksi. Kamu mungkin mudah menyerah dalam menganalisa, berdebat dan diskusi, tapi secara mendalam kamu tahu bahwa hanya aksi lah yang akan menentukan. Hanya aksi yang akan membuat suatu hal terjadi. Hanya aksi yang akan menunjukkan kinerja. Kamu percaya bahwa aksi adalah alat terbaik untuk belajar. Kamu membuat keputusan, Kamu melakukan aksi, Kamu melihat hasil dan Kamu akan belajar. Pembelajaran tersebut menginformasikan kepada Kamu untuk melakukan aksi selanjutnya.
  3. Adaptability. Kamu menganggap bahwa masa depan adalah destinasi yang tidak tetap. Tema dari adaptasi memungkinkan Kamu untuk menerima suatu keadaan walaupun hal tersebut jauh dari rencanamu. Kamu adalah seseorang yang fleksible yang dapat tetap produktif dalam keadaan apapun.
  4. Analytical. Kamu senang memberi tantangan kepada orang lain: “Buktikanlah! Tunjukkan pada saya apa yang Kamu katakan adalah benar.” Kamu seringkali mempertanyakan teori-teori yang dinyatakan seseorang. Bagimu ini adalah hal yang tepat. Kamu tidak bermaksud untuk menghancurkan ide seseorang, tapi Kamu ingin bahwa teori mereka masuk akal. Kamu menyukai data karena hal tersebut sangat bernilai. Itu adalah senjatamu, Kamu mencari pola dan hubungan. Kamu ingin mengerti bagaimana suatu pola memengaruhi yang lainnya. Bagaimana mereka digabungkan? Apa hasilnya? Apakah hasil tersebut sesuai dengan teori ataukah berlawanan?
  5. Arranger. Kamu adalah seorang pemimpin. Ketika menghadapi berbagai situasi yang kompleks Kamu tetap tenang menghadapinya. Kamu selalu mencoba mencari jalan untuk menyelesaikan sesuatu hal dengan sederhana.
  6. Belief. Kamu memiliki nilai inti tertentu yang bertahan lama.
  7. Command. Kamu senang mengambil alih. Tidak menyukai beberapa orang yang Kamu rasa tidak tidak nyaman dipandang. Sebaliknya, ketika pendapatmu terbentuk, Kamu butuh untuk membagikannya kepada orang lain. Ketika tujuanmu telah ditetapkan, Kamu merasa gelisah sampai orang lain sejalan denganmu. Anda tidak takut dengan konfrontasi; Sebaliknya, Kamu mengetahui bahwa konfrontasi adalah tahap pertama menuju resolusi. Kamu terdorong untuk menyampaikan fakta atau kebenaran, tidak peduli mereka nyaman atau tidak. Kamu sering memberikan orang lain tantangan. Kamu mendorong orang lain mengambil resiko. Terkadang Kamu mengintimidasi mereka.
  8. Communication. Kamu suka untuk menjelaskan, mendeskripsikan, menyelenggarakan kegiatan dan menulis. Kamu senang menyalurkan energi positif, membuat mereka terhibur dan bersemangat. Kamu ingin orang lain memerhatikan informasi yang Kamu sampaikan.
  9. Competition. Kompetisi adalah akar dari perbandingan. Ketika Kamu melihat dunia, Kamu memiliki insting kuat untuk menyadari kinerja orang lain. Kinerja mereka adalah sebuah ukuran. Tidak peduli seberapa sulit Kamu mencoba, tidak peduli seberapa besar niatmu. Jika Kamu mencapai tujuan, tetapi tidak mengungguli kinerja temanmu, pencapaian akan terasa hampa. Kamu menganggap semua orang adalah pesaing. Kamu membutuhkan perbandingan. Jika Kamu dapat membandingkan, Kamu dapat berkompetisi, jika Kamu dapat berkompetisi, Kamu dapat menang. Kamu menyukai kompetitor karena mereka membuatmu kuat. Kamu menyukai kontes karena hal tersebut menghasilkan pemenang.
  10. Connectedness. Ini terjadi karena ada alasannya. Kamu meyakini itu. Kamu yakin bahwa semua ada hubungannya.
  11. Context. Kamu selalu melihat kebelakang. Kamu melihat kebelakang karena disana ada jawaban dari kebohongan. Kamu melihat kebelakang untuk mengerti keadaan saat ini.
  12. Deliberative. Kamu penuh kehati-hatian. Kamu menjaga privasi. Kamu menganggap bahwa dunia adalah tempat yang penuh ketidakpastian. Kamu berusaha mengelola resiko dengan baik.
  13. Developer. Kamu melihat potensi dalam diri orang lain. Kamu merasa bahwa semua yang Kamu lihat adalah potensi. Ketika Kamu berinteraksi dengan orang lain, tujuanmu adalah menolong mereka menuju kesuksesan. Kamu memberikan mereka tantangan. Kamu berusaha membuat mereka terlatih dan tumbuh.
  14. Dicipline. Kamu menganggap dunia harus dapat diprediksi. Segalanya harus direncanakan dan dilakukan. Kamu senang merancang rutinitas. Kamu fokus pada urutan waktu dan batas waktu.
  15. Empathy. Kamu dapat merasakan emosi di sekelilingmu. Kamu dapat merasakan apa yang mereka rasakan. Intuitif, Kamu dapat melihat dunia melalui mata seseorang dan berbagi dengan sudut pandang mereka.
  16. Fairness. Keadilan sangat penting bagimu. Kamu menyadari kebutuhan untuk mememperlakukan orang lain dengan adil.
  17. Focus. Dimana kepala saya? Kamu bertanya pada dirimu. Kamu menanyakan hal ini setiap hari. Kamu membutuhkan destinasi yang jelas. Kekurangan satu hal saja dalam pekerjaan dan hidupmu, kamu akan cepat putus asa. Setiap tahun, setiap bulan dan setiap minggu kamu menetapkan tujuan. Tujuan ini akan menunjukanmu jalan, membantumu menetapkan prioritas dan membuatmu dapat selalu memeriksa kembali arah dan tujuan. Fokusmu sangat berguna karena dapat menjadi kekutanmu untuk untuk menyaring: kamu memiliki naluri untuk mengevaluasi apakah suatu tindakan dapat membantumu mencapai tujuan. Pada akhirnya, fokus membuatmu menjadi efisien. Secara alamiah, sudut pandang ini disebabkan karena kamu tidak sabar dengan keterlambatan dan hambatan. Ini yang membuatmu menjadi anggota tim yang bernilai. Ketika orang lain mulai salah jalan, kamu mulai membawa mereka kejalan yang semestinya. Kamu selalu mengingatkan setiap orang jika sesuatu tidak dapat membantu mereka mencapai tujuan.
  18. Futuristic. “Apakah ini akan menjadi baik jika….” Kamu adalah jenis orang yang suka melihat lebih jauh. Masa depan memesonakanmu. Kamu adalah seorang pemimpi. Yakin bahwa segalanya dapat tercapai.
  19. Harmony. Kamu senang menyetujui. Ketika kamu melihat sedikit saja konflik dan gesekan, kamu mencoba menahannya dan meminimalisirnya. Ketika kamu melihat orang lain berbeda denganmu, kamu mencoba mencari persamaan. Kamu mencoba untuk menuntun mereka pergi dari perselisihan. Kamu mencoba membangun hubungan yang harmonis.
  20. Ideation. Kamu tertarik pada ide. Apakah ide itu? Ide adalah konsep, penjelasan terbaik. Ide adalah hubungan. Dalam benakmu, Kamu selalu mencari hubungan, dan Kamu tertarik ketika menciptakan solusi yang cemerlang.
  21. Inclusiviness. “Regangkan lingkaran lebih besar.” Ini adalah filosofi yang ada dalam hidupmu. Kamu ingin menyertakan orang-orang dan membuat mereka menjadi bagian dari kelompok. Kamu ingin mengembangkan kelompok menjadi lebih besar. Kamu sangat benci jika ada seseorang yang keluar dari kelompok. Kamu mudah menerima orang lain.
  22. Individualization. Tema individualisasi menuntunmu menjadi seseorang yang menarik, menjadi seseorang yang unik dibandingkan orang lain. Kamu tidak ingin disamakan dengan orang lain. Kamu memiliki naluri untuk mengamati masing-masing gaya seseorang. Masing-masing motivasi, bagaimana setiap orang berpikir, bagaimana setiap orang membangun hubungan. Kamu mengamati kekuatan dan kelemahan orang lain. Kamu mendengar dengan baik cerita dari kehidupan setiap orang.
  23. Input. Kamu selalu ingin tahu. Kamu mengumpulkan pemikiran. Kamu mengumpulkan informasi, fakta, buku, penawaran, atau mungkin Kamu mengumpulkan objek yang nyata seperti kupu-kupu, kartu baseball, boneka atau foto berwarna cokelat. Apapun yang Kamu kumpulkan, Kamu mengumpulkannya karena itu membuatmu tertarik.
  24. Intellection. Kamu senang berpikir. Kamu menyukai aktifitas mental. Kamu menyukai melatih otot otakmu, melatihnya dalam berbagai aturan. Ini dibutuhkan kempuan mental, seperti fokus: sebagai contoh, Kamu mungkin mencoba menyelesaikan masalah atau mengembangkan ide atau mencoba mengerti apa yang dirasakan seseorang. Fokus yang tepat akan bergantung pada kekuatanmu. Kamu adalah tipe orang yang menikmati waktu sendirian karena itu adalah waktu yang tepat bagimu untuk merenung dan bersantai. Kamu suka mawas diri.
  25. Learner. Kamu menyukai pembelajaran. Pembahasan yang paling menarik akan ditentukan oleh tema dan pengalaman. Tapi apapun tema nya, Kamu akan selalu tertarik dengan proses pembelajaran. Proses, melebihi konten dan hasil.
  26. Maximizer. Unggul, diatas rata-rata adalah ukuranmu.
  27. Positivity. Kamu tidak sungkan untuk memuji, cepat untuk tersenyum dan selalu melihat hal positif dalam segala situasi. Orang-orang sangat ingin berada di dekatmu. Mereka merasa lebih baik ketika didekatmu. Kamu mencari jalan untuk membangun semangat mereka. Kamu merayakan setiap pencapaian. Kamu mencari jalan untuk membuat segalanya mengagumkan dan berguna.
  28. Relator. Relator mendeskripsikan sikapmu dalam berhubungan. Ini ketentuan yang sederhana, kamu selalu menarik bagi setiap orang. Kamu tidak malu bertemu dengan orang-orang baru. Kamu nyaman dengan hubungan yang intim. Ketika hubungan telah dibuat, Kamu sengaja mendorong hubungan yang mendalam. Kamu ingin mengerti perasaan mereka, tujuan mereka, ketakutan mereka, mimpi mereka dan Kamu ingin mereka mengerti dirimu.
  29. Responsibility. Kamu selalu berkomitmen, entah besar atau kecil suatu tanggung jawab, Kamu merasa bahwa Kamu harus menyelesaikannya. Nama baikmu tergantung hal itu. Jika pada alasan tertentu Kamu tidak bisa memenuhinya, Kamu secara otomatis mencari jalan lain. Meminta maaf tidaklah cukup. Beralasan adalah hal yang tidak dapat diterima. Kamu tidak akan lari dari masalah.
  30. Restorative. Kamu menyukai menyelesaikan masalah. Ketika seseorang kecewa dalam sebuah pertemuan, Kamu dapat menyalurkan energi pada mereka. Kamu menikmati tantangan untuk mengangalisa suatu gejala, mengidentifikasi apa yang salah dan mencari solusi.
  31. Self-Assurance. Sama dengan percaya diri. Ini adalah bagian dalam dirimu. Kamu memiliki keyakinan yang kuat. Kamu tahu bahwa Kamu dapat menghadapi resiko, mampu menghadapi tantangan. Mampu menghadapi tuntuan, dan paling penting adalah mampu menyampaikan. Kamu adalah pribadi yang unik. Kamu sulit ditebak oleh orang lain.
  32. Significance. Kamu ingin menjadi sangat signifikan dimata orang lain. Kamu ingin diterima. Kamu ingin didengar. Kamu ingin menonjol. Kamu ingin diketahui. Kamu ingin menjadi seseorang yang kredibel, professional dan sukses. Kamu juga ingin berasosiasi dengan orang-orang yang kredibel, professional dan sukses.
  33. Strategic. Tema strategic memungkinkan Kamu untuk mencari jalan terbaik dari berbagai persoalan. Itu bukan sebuah keterampilan. Itu adalah jalan berbeda dalam berpikir, sebuah sudut pandangan spesial. Sudut pandang tersebut membuatmu dapat melihat pola yang kompleks. Menyadari pola ini, Kamu memainkan alternative skenario, selalu bertanya, “bagaimana jika ini terjadi? baik, bagaimana jika ini terjadi?” pola pertanyaan berulang ini akan membantu Kamu menganlisa apa yang akan terjadi. Kamu dapat mengevaluasi dengan akurat potensi terjadinya kendala.
  34. Woo. Menang dari yang lainnya. Kamu menikmati tantangan bertemu dengan orang baru dan berusaha mebuat mereka menyukamu. Orang lain jarang mengintimidasimu, orang lain dapat Kamu kendalikan. Kamu tertarik dengan orang lain. Kamu ingin mempelajari nama mereka, menanyakan mereka suatu pertanyaan, mencari persamaan topik yang menarik sehingga Kamu dapat menciptakan obrolan yang menarik.

 

Referensi

Buckingham, M.  Clifton, D. Now, Discover Your Strengths.  2001.  New York: The Free Press

https://www.gallup.com/id-id/176852/gallup-indonesia.aspx

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.